5 Januari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 5:50 AM 2 comments
Day 4 :


وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
"
Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya." (QS. An-Nahl:8)

Allah telah menciptakan berbagai kemudahan untuk kepentingan manusia. Kalau jaman dahulu Allah menciptakan berbagai binatang seperti kuda dan sebagainya untuk alat transportasi, sekarang Allah telah menyempurnakan alat transportasi untuk mempermudah ruang gerak manusia. Banyak tercipta mobil, motor dan kendaraan lain sebagai alat transportasi manusia. Seyogyanyalah alat-alat tersebut dipergunakan sebagaimana mestinya.


Kadang masih banyak kita jumpai beberapa kecelakaan maut di jalan raya karena faktor human error. Si pengendara suka kebut-kebutan di jalan tanpa mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Ironisnya, mereka pun tidak menggunakan pengaman sebagaimana yang telah ditetapkan untuk amannya berkendara di jalan raya. 

Padahal, bila kita mau berhati-hati dalam berkendara dan mematuhi semua rambu-rambu lalu lintas, kecelakaan itu akan dapat diminimalisir. Sayang, masih banyak yang belum sadar akan hal ini. Dan satu lagi, jangan lupakan doa. Doa adalah hal terbaik yang seyogyanya dilakukan oleh pengendara kendaraan di jalan raya, agar mereka selamat. Inilah kadang yang sering diabaikan.

Banyak contoh mereka-mereka yang selamat dari cidera bahkan maut saat berkendara di jalan raya berkat doa selamat yang mereka panjatkan sebelum bepergian. Mungkin Anda belum begitu percaya kalau tidak disertai bukti. Baiklah, saya akan ceritakan sebuah kejadian yang beberapa waktu lalu menimpa suami saya.

Suami saya memang hobi touring dengan motor matic besar (sebut Honda PCX). Suatu hari karena cuti tahunannya dikabulkan kantor, akhirnya ia memutuskan untuk melakukan perjalanan dari Denpasar ke Blitar dengan mengendarai sepeda motor. Sayapun sudah berusaha mencegah, disamping faktor cuaca yang kurang bersahabat (musim hujan berkepanjangan), berkendara sendiri dapat mengundang rasa kantuk yang tiba-tiba. Tapi, namanya hobi pasti tak dapat dicegah.

Akhirnya sayapun menyarankan untuk senantiasa berdoa sebelum berangkat dan sepanjang perjalanan. Bahkan sayapun juga membantunya berdoa. Tepat jam 02.00 wita, suami saya berangkat dari Denpasar berharap shubuh sampai di penyeberangan Gilimanuk - Ketapang. 

Selama itu pula, suami saya tak memberi khabar walau hanya sekedar kirim sms. Pikir saya mungkin ia lagi berkendara, jadi tak usah diganggu. Sayapun terus memanjatkan doa selamat untuk keselamatan suami saya, karena saat itu saya sudah duluan berada di Blitar bersama anak saya, dengan mengendarai pesawat pada malam harinya. Sementara cuaca saat itu memang benar-benar tidak bersahabat. Seluruh Indonesia agaknya diguyur hujan lebat.

Seingat saya, suami saya akan sampai di Blitar pada jam 16.00 wib, karena ia mencoba melewati jalan lain (lewat jalur selatan dari Banyuwangi). Namun sampai jam 17.00 wib, suami saya belum juga tiba. Telpon pun tak juga diangkat. Rasa was-was itu mulai merasuki tubuh saya, namun dengan sabar seraya berdoa saya tetap menunggu kedatangannya.

Benar saja, hampir setengah 6 sore suami saya datang dengan wajah pucat. Diapun bercerita kalau baru jatuh di sekitar lumajang. Bukan main terkejut saya. Saya amati bagian motornya, ternyata banyak yang pecah. Jas hujan yang dikenakannya robek, bahkan ada sedikit luka ditangannya yang mengeluarkan darah.

Setelah membersihkan sisa-sisa kotoran ditubuhnya, suami sayapun bercerita. Intinya dia masih diselamatkan Allah, bahkan orang yang menolongpun juga berucap demikian. Melihat kejadian yang menimpanya, ia terperosok setelah menghindari lubang dijalan, rasanya mustahil bila kerusakan motornya tak begitu parah. Bahkan luka yang diderita suami saya hanya sedikit. Subhanallah...

Cerita diatas hanyalah sebuah contoh. Intinya saya berharap kepada siapa saja, marilah kita sama-sama amalkan doa selamat. Musibah itu selalu mengintai kita setiap saat, dan kitapun tidak tahu kapan musibah itu akan menimpa kita. Andai tahu sebelumnya, mungkin kita akan bersiap diri agar terhindar dari musibah itu. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu. Oleh sebab itu, sebagai makhluk yang beriman, marilah kita senantiasa membaca doa selamat saat bepergiaan, kemanapun kita pergi, agar Allah selalu melindungi kita.

Bukankah lebih baik kita berjaga-jaga sebelum hal terburuk menimpa kita? Ingatlah bahwa Allah selalu ada disekitar kita, doa yang kita panjatkan pun pasti dikabulkanNya. 

ayat 
Categories:
Reaksi:

2 komentar:

  1. harus mulai menghafalkan doa ini nih aku

    BalasHapus
  2. mbak Lidya, ayat di atas hanya dasar, kalau doanya yang dibaca adalah doa selamat, yaitu allahuma antasalam, waminkasalam, wailaika yaudusalam, wa ahyina rabbaka bisalam, tabarakta robbaka ya dzal zalali wal ihkram...begitu mbak

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...