6 Januari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 12:21 AM 1 comment
Day 5 :

Al Baqarah ( 2 ) : 60
وَإِذِ اسْتَسْقَى مُوسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِب بِّعَصَاكَ الْحَجَرَ 
فَانفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْناً قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ 
كُلُواْ وَاشْرَبُواْ مِن رِّزْقِ اللَّهِ وَلاَ تَعْثَوْاْ فِي الأَرْضِ 
مُفْسِدِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.”

Rejeki manusia memang Allah yang atur. Namun bukan berarti kita hanya diam menunggu sampai rejeki itu menghampiri manusia. Justru kita harus berusaha keras menjemput rejeki agar ia mau datang menghampiri kita.


Usaha yang keras saja tidaklah cukup. Lihatlah berapa banyak orang kaya yang tiba-tiba berubah menjadi miskin? Itu dikarenakan dalam setiap usaha yang dilalukan tidak dibarengi dengan doa. Alangkah baiknya, dalam keadaan apapun, kita senantiasa berdoa, memohon kepada Allah SWT agar rejeki kita selalu mendapatkan ridho dariNya.

Kadang, masih kita jumpai seseorang yang dulunya mengalami kesulitan hidup. Ia selalu berdoa dengan sungguh-sungguh memohon agar kehidupannya lebih baik. Ia pun berusaha keras, tanpa kenal putus asa, hingga akhirnya doanya pun dikabulkan Allah. Namun apa yang terjadi kemudian? Setelah ia menjadi sukses, ia lupa kepada Allah. Tak pernah sekalipun ingat kepada Allah. Doa-doa yang dulunya sering keluar dari mulutnya, kini sudah hilang sama sekali. Sungguh sangat ironi.

Ingat! Bahwa rejeki itu datangnya dari Allah, dan kelak akan kembali pula kepada Allah. Jangan sampai rejeki yang telah kita raih dengan penuh pengorbanan, tiba-tiba lenyap hanya karena kita telah lupa untuk berdoa kepada Allah. Naudzubilah……marilah kita sama-sama mengingat Allah dengan cara rajin beribadah dan berdoa, dalam keadaan apapun.

Dan berbicara masalah rejeki, bukan hanya berupa uang, namun bisa berbentuk barang atau kepuasan lain. Ada sebuah amalan yang sangat mujarab dan sebaiknya dibaca rutin setiap hari, agar rejeki kita tidak putus. Yaitu mengamalkan bacaan surat Wakiah, sebagai berikut:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang .
إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ١
1. apabila terjadi hari kiamat,
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ٢
2. tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.
خَافِضَةٌ رَافِعَةٌ ٣
3. Kejadian itu merendahkan satu golongan dan meninggikan golongan yang lain,
إِذَا رُجَّتِ الأرْضُ رَجًّا ٤
4. apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا ٥
5. dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,
فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا ٦
6. Maka jadilah ia debu yang beterbangan,
وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلاثَةً ٧
7. dan kamu menjadi tiga golongan.
فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ٨
8. Yaitu golongan kanan [1448]. Alangkah mulianya golongan kanan itu.
[1448] Ialah mereka yang menerima buku catatan amal dengan tangan kanan.
وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ٩
9. dan golongan kiri [1449]. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
[1449] Ialah mereka yang menerima buku catatan amal dengan tangan kiri.
وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ ١٠
10. dan orang-orang yang beriman paling dahulu,
أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ ١١
11. mereka Itulah yang didekatkan kepada Allah.
فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ١٢
12. berada dalam jannah kenikmatan.
ثُلَّةٌ مِنَ الأوَّلِينَ ١٣
13. segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
وَقَلِيلٌ مِنَ الآخِرِينَ ١٤
14. dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian[1450]
[1450] Yang dimaksud adalah umat sebelum Nabi Muhammad dan umat sesudah Nabi Muhammad SAW.
عَلَى سُرُرٍ مَوْضُونَةٍ ١٥
15. mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata,
مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ ١٦
16. seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ ١٧
17. mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ ١٨
18. dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir,
لا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلا يُنْزِفُونَ ١٩
19. mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ ٢٠
20. dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ ٢١
21. dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
وَحُورٌ عِينٌ ٢٢
22. dan ada bidadari-bidadari bermata jeli,
كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ ٢٣
23. laksana mutiara yang tersimpan baik.
جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ٢٤
24. sebagai Balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
لا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلا تَأْثِيمًا ٢٥
25. mereka tidak mendengar di dalamnya Perkataan yang sia-sia dan tidak pula Perkataan yang menimbulkan dosa,
إِلا قِيلا سَلامًا سَلامًا ٢٦
26. akan tetapi mereka mendengar Ucapan salam.
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ ٢٧
27. dan golongan kanan, Alangkah bahagianya golongan kanan itu.
فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ ٢٨
28. berada di antara pohon bidara yang tak berduri,
وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ ٢٩
29. dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya,
وَظِلٍّ مَمْدُودٍ ٣٠
30. dan naungan yang terbentang luas,
وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ ٣١
31. dan air yang tercurah,
وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ ٣٢
32. dan buah-buahan yang banyak,
لا مَقْطُوعَةٍ وَلا مَمْنُوعَةٍ ٣٣
33. yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya.
وَفُرُشٍ مَرْفُوعَةٍ ٣٤
34. dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً ٣٥
35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka Bidadari-bidadari dengan langsung[1451]
[1451] Maksudnya: tanpa melalui kelahiran dan langsung menjadi gadis.
فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا ٣٦
36. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.
عُرُبًا أَتْرَابًا ٣٧
37. penuh cinta lagi sebaya umurnya.
لأصْحَابِ الْيَمِينِ ٣٨
38. kami ciptakan mereka untuk golongan kanan,
ثُلَّةٌ مِنَ الأوَّلِينَ ٣٩
39. yaitu segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.
وَثُلَّةٌ مِنَ الآخِرِينَ ٤٠
40. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.
وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ ٤١
41. dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ ٤٢
42. dalam siksaan angin yang Amat panas, dan air panas yang mendidih,
وَظِلٍّ مِنْ يَحْمُومٍ ٤٣
43. dan dalam naungan asap yang hitam.
لا بَارِدٍ وَلا كَرِيمٍ ٤٤
44. tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُتْرَفِينَ ٤٥
45. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan.
وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيمِ ٤٦
46. dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.
وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ٤٧
47. dan mereka selalu mengatakan: "Apakah bila Kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, Apakah Sesungguhnya Kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?
أَوَآبَاؤُنَا الأوَّلُونَ ٤٨
48. Apakah bapak-bapak Kami yang terdahulu juga?"
قُلْ إِنَّ الأوَّلِينَ وَالآخِرِينَ ٤٩
49. Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,
لَمَجْمُوعُونَ إِلَى مِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ ٥٠
50. benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُونَ ٥١
51. kemudian Sesungguhnya kamu Hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,
لآكِلُونَ مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ ٥٢
52. benar-benar akan memakan pohon zaqqum,
فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ ٥٣
53. dan akan memenuhi perutmu dengannya.
فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ ٥٤
54. sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ ٥٥
55. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.
هَذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ ٥٦
56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan".
نَحْنُ خَلَقْنَاكُمْ فَلَوْلا تُصَدِّقُونَ ٥٧
57. Kami telah menciptakan kamu, Maka mengapa kamu tidak membenarkan?
أَفَرَأَيْتُمْ مَا تُمْنُونَ ٥٨
58. Maka Terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
أَأَنْتُمْ تَخْلُقُونَهُ أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ ٥٩
59. kamukah yang menciptakannya, atau kamikah yang menciptakannya?
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ ٦٠
60. Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,
عَلَى أَنْ نُبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِي مَا لا تَعْلَمُونَ ٦١
61. untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu dalam dunia dan menciptakan kamu kelak di akhirat dalam Keadaan yang tidak kamu ketahui.
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْأَةَ الأولَى فَلَوْلا تَذَكَّرُونَ ٦٢
62. dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, Maka Mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran untuk penciptaan yang kedua?
أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ ٦٣
63. Maka Terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam.
أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ ٦٤
64. kamukah yang menumbuhkannya atau kamikah yang menumbuhkannya?
لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ ٦٥
65. kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan Dia hancur dan kering, Maka jadilah kamu heran dan tercengang.
إِنَّا لَمُغْرَمُونَ ٦٦
66. sambil berkata: "Sesungguhnya Kami benar-benar menderita kerugian",
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ ٦٧
67. bahkan Kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.
أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ ٦٨
68. Maka Terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ ٦٩
69. kamukah yang menurunkannya atau kamikah yang menurunkannya?
لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلا تَشْكُرُونَ ٧٠
70. kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan Dia asin, Maka Mengapakah kamu tidak bersyukur?
أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ ٧١
71. Maka Terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan dengan menggosok-gosokkan kayu.
أَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُونَ ٧٢
72. kamukah yang menjadikan kayu itu atau kamikah yang menjadikannya?
نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ ٧٣
73. Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ٧٤
74. Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Rabbmu yang Maha besar.
فَلا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ ٧٥
75. Maka aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.
وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ ٧٦
76. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.
إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ٧٧
77. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,
فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ ٧٨
78. pada kitab yang terpelihara Lauhul Mahfuzh,
لا يَمَسُّهُ إِلا الْمُطَهَّرُونَ ٧٩
79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ ٨٠
80. diturunkan dari Rabbil 'alamiin.
أَفَبِهَذَا الْحَدِيثِ أَنْتُمْ مُدْهِنُونَ ٨١
81. Maka Apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?
وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ ٨٢
82. kamu mengganti rezki yang Allah berikan dengan mendustakan Allah.
فَلَوْلا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ ٨٣

83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
وَأَنْتُمْ حِينَئِذٍ تَنْظُرُونَ ٨٤
84. Padahal kamu ketika itu melihat,
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلَكِنْ لا تُبْصِرُونَ ٨٥

85. dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. tetapi kamu tidak melihat,
فَلَوْلا إِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ ٨٦
86. Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai oleh Allah?
تَرْجِعُونَهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ٨٧
87. kamu tidak mengembalikan nyawa itu kepada tempatnya jika kamu adalah orang-orang yang benar?

فَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ ٨٨
88. Adapun jika Dia orang yang mati Termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah,
فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّةُ نَعِيمٍ ٨٩
89. Maka Dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta jannah kenikmatan.
وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ٩٠
90. dan Adapun jika Dia Termasuk golongan kanan,
فَسَلامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ٩١
91. Maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.
وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ ٩٢
92. dan Adapun jika Dia Termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,
فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ ٩٣
93. Maka Dia mendapat hidangan air yang mendidih,
وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ ٩٤
94. dan dibakar di dalam Jahannam.
إِنَّ هَذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ ٩٥
95. Sesungguhnya yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar.
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ٩٦
96. Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Rabbmu yang Maha besar.

Dengan membaca surat Wakiah, niscaya Allah akan memberikan rejeki yang berlipat. Intinya, ia/pembacanya tidak akan hidup menderita atau kekurangan sepanjang ia mengamalkan bacaan itu. Saya pun telah beberapa kali membacanya dan berusaha menjadikan bacaan surat ini menjadi bacaan rutin yang saya baca setelah sholat Isya’ atau Shubuh.

Bukan bermaksud pamer, mudah-mudahan apa yang pernah saya alami bisa dijadikan contoh oleh semua pembaca tulisan ini untuk menjadikan bacaan surat Wakiah sebagai bacaan rutin di malam hari atau di pagi hari selesai Shubuh. Sungguh saya merasakan hikmat surat ini begitu besar. Setiap saya mengamalkan bacaan surat Wakiah, selalu saja saya mendapatkan rejeki yang tak terduga, entah itu berupa transferan honor tulisan, dapat arisan, suami dapat bonus atau bahkan tetangga memberi makanan yang luar biasa banyaknya.

Intinya setiap kita mengamalkan surat ini, kita dijauhkan dari kemiskinan. Itu janji Allah. Namun, bila ternyata setelah membaca ini, tak juga ada perubahan, seperti tak ada yang ngasih makanan atau uang, jangan lantas marah atau putus asa. Yakinlah selalu ada hikmah di balik doa yang kita panjatkan padaNya. Yang jelas kita harus ikhlas, pasrah dan kusyu’ dalam berdoa agar Allah mengabulkan doa kita.



ayat


 
Categories:
Reaksi:

1 komentar:

  1. rezeki sudah ada yang mengatur teetapi harus tetap berusaha ya

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...