#1Hari1Ayat : Jauhi Sikap Sombong dan Suka Pamer

Day 17 :

وَلاَ تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ فِي اللأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَجُوْرٍ  

Artinya:  Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ
Artinya : “Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)

Kadang tanpa kita sadari tingkah laku atau perbuatan kita membuat orang lain membenci kita. Bahkan kitapun dianggap sombong. Sebagai contoh, ketika kita mendapatkan nikmat rejeki berupa uang atau barang, lantas kitapun menulis status di BBM (Blackberry Massenger) sebagai berikut :

"Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah hari ini aku menang undian dapat mobil baru"

Mungkin bagi kita pribadi, hal itu adalah wajar. Kita ingin mengungkapkan kegembiraan atas hadiah itu. Namun belum tentu bagi orang lain. Tidak semua orang yang membaca status kita akan menanggapinya secara wajar pula. Bahkan, ada yang menilai kita sombong, tukang pamer dan sebagainya.

Di lain kesempatan, ada seseorang yang mengenakan perhiasan lengkap. Ada anting mutiara, kalung dengan leontin berlian, gelang rantai yang besar dan masih banyak lagi asesoris yang menempel ditubuhnya. Sebenarnya dia tidak bermaksud pamer kepada orang lain. Namun ternyata tanggapan orang yang melihatnya berbeda dengan maksud si empunya. Dia dianggap memamerkan perhiasannya seperti toko berjalan. 

Bukan hanya itu. Kadang seseorang yang menunjukkan kepemilikannya, seperti rumah mewah, mobil, tanah atau sebagainya, dianggap orang yang tukang pamer. Ujung-ujungnya diapun disebut sombong. Bahkan, tidak menutup kemungkinan karena beredar iamge yang salah di masyarakat, hingga hal itu mengundang tindak kejahatan. Sebagai contoh, terjadinya kasus penculikan anak pengusaha sukses. Setelah ditelusuri dan pelakunya berhasil ditangkap, ternyata motif penculikan itu hanyalah kesenjangan sosial. Pelaku merasa sakit hati karena sikap pengusaha yang suka pamer kekayaan. Jalan satu-satunya untuk menikmati kekayaan pengusaha itu dengan cara meminta uang tebusan atas penculikan yang dilakukannya. Sungguh sangat tragis.

Allah tidak menyukai hambaNya yang suka pamer, apalagi berlaku sombong. Hendaknya dalam bersikap, bertutur kata dan bertingkah laku di lingkungan masyarakat, kitapun harus bisa menjaga sikap orang lain. Mungkin kita ingin menunjukkan rasa syukur kita atas nikmat Allah kepada orang lain, namun seyogyanya janganlah berlebihan.

Lebih baik, andai kita mendapatkan kenikmatan yang lebih, janganlah ditunjukkan kepada orang lain. Bersikaplah yang wajar, yang tak mengumbar kepemilikan di depan umum, karena tidak semua orang menyukai hal demikian. Bahkan, dengan menunjukkan apa yang kita miliki kepada orang lain, bisa jadi orang lain akan berbuat jahat kepada kita. Makanya, marilah kita jauhi sikap sombong dan pamer. Andaipun kita punya kelebihan harta, lebih baik bersedekah. Bukankah berbagi itu indah? Allahpun akan menyayangi umatNya yang demikian.

 http://theprimadita.blogspot.com/2013/12/1hari1ayat-ikutan-yuk.html#more

Posting Komentar

0 Komentar