24 Januari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 1:56 PM 1 comment
Day 24 :

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ
Artinya :
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)

رواه إبن عبد البر)) طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ
Artinya :
Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat”(HR. Ibnu Abdil Bari)
sumber ada disini




Menuntut ilmu memang tak pandang usia. Siapapun boleh belajar sambil menuntut ilmu. Bukankah dalam Islam dianjurkan menuntut ilmu selama masih mampu dan ilmu itu bermanfaat? Tua muda tak ada batasan. Apalagi belajar membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an adalah kewajiban setiap muslim.

Tak heran bila saat ini para orang tua memasukkan anaknya ke TPQ, agar anak-anak pandai membaca Al-Qur’an.  Namun sayang, niatan orang tua untuk membuat anaknya pandai membaca Al-Qur’an tak dibarengi dengan keinginannya untuk bisa membaca Al-Qur’an, sama seperti anaknya.  Kadang ia beranggapan yang harus pandai membaca Al-Qur’an adalah anaknya. Sementara ia, orang tuanya, rasanya tak perlu untuk belajar membaca Al-Qur’an, karena faktor U alias sudah tua.

Kalau ada orang tua yang beranggapan demikian, sungguh amat disayangkan. Itu adalah anggapan yang salah. Justru semakin tua umur kita, harusnya iman dan keyakinan kita kepada Allah juga semakin tebal. Membaca Al-Qur’an adalah sebuah ibadah yang berpahala di mata Allah. Karena sesungguhnya maut itu dekat dengan kita. Kita tak tahu kapan maut itu menjemput kita. Dengan membiasakan diri membaca Al-Qur’an insyaallah dapat dijadikan bekal menuju jalanNya. Jadi tak ada salahnya belajar membaca Al-Qur’an walau sudah menjadi orang tua.

Justru yang patut diacungi jempol adalah nenek-nenek yang tak pernah putus semangatnya untuk belajar membaca Al-Qur’an. Sayapun merasa terharu melihat seorang nenek di musholla dekat rumah, yang setiap hari rajin berlatih membaca Al-Qur’an, dengan dibimbing seorang santriwati muda. Ia pun tak canggung, bahkan tak segan untuk bertanya. Awalnya terbata-bata untuk mengucap huruf demi huruf dalam buku Iqro’. Namun, demi keinginannya untuk bisa membaca Al-Qur’an, sang nenek terus berlatih, hingga lancar membaca Al-Qur’an. Subhanallah.

Memang belajar tak kenal usia. Hanya satu kunci yang membuat belajar itu jadi sukses, yaitu niat disertai tindakan nyata. Bila kita mempunyai niat yang kuat, insyaallah kitapun akan segera melaksanakannya dengan penuh keyakinan, bahwa niat kita akan berhasil. Mari kita budayakan membaca Al-Qur’an demi mengharap ridho Illahi. Bagi yang belum bisa membaca, jangan sungkan-sungkan untuk belajar. Lebih baik belajar dari nol, dengan kesungguhan hati, insyaallah akan bisa dengan sendirinya. Karena Allah sangat menganjurkan umatNya untuk belajar dan menuntut ilmu selagi bisa dan mampu, termasuk belajar membaca Al-Qur’an.

http://theprimadita.blogspot.com/2013/12/1hari1ayat-ikutan-yuk.html#more
Categories:
Reaksi:

1 komentar:

  1. Belajar tak kenal usia, jika memang bersungguh sungguh dan ingin bisa, insyaAllah akan bisa

    oia salam kenal
    dari
    Pedagang Al Quran Readpen PQ15

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...