16 Januari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 1:53 PM 6 comments


 Day 16 :

 

 
Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisaa : 59)

 
(ulil amri, umara atau penguasa adalah orang yang mendapat amanah untuk mengurus urusan orang lain)

Kadang kita tidak menyadari, ketika status suami kita sebagai pimpinan, entah itu di kampung, di organisasi atau di kantornya, sebagai istri sudah otomatis kitapun dianggap pimpinan. Sebagai contoh suami kita menjadi ketua RT, tentunya kitapun di panggil bu RT, dan sebagainya. 


Nah yang ingin saya bahas disini bukan kebanggaan kita menyandang status pimpinan, melainkan bagaimana tanggung jawab kita mengemban tugas itu. Menjadi bu RT, bu Lurah, atau bu Ketua lainnya, yang hanya sekedar numpang sebutan karena status suami, sudah barang tentu kita mempunyai anggota atau bawahan. Betul kan?

Untuk itulah sebagai pimpinan seyogyanya harus bisa bersikap dan menempatkan diri diantara sekian banyaknya anggota yang mempunyai tabiat, perangai atau kebiasaan berbeda. Kalau saya bilang menjadi pimpinan itu gampang-gampang susah. Artinya, kita harus bisa menjaga sikap, jangan sampai kita dianggap sebagai pimpinan yang sombong atau suka pamer kekayaan. Sebaliknya, kitapun harus bisa merakyat, berbaur dengan anggota, dan menjadi penengah dari setiap permasalahan yang timbul di lingkungan anggota.

Dulu saya pernah mengalami menjadi pimpinan, lebih tepatnya menjadi orang nomor dua di kesatuan tempat suami saya dinas. Bukannya saya bangga dengan status itu, tetapi sebaliknya. Karena saya dihadapkan pada sebuah kenyataan yang sulit, bagaimana saya bersikap terhadap atasan, demikian juga bagaimana saya harus bertindak terhadap bawahan. 

Namun, yang harus saya garis bawahi disini adalah, dimanapun kita berada, dan dimanapun posisi kita, hendaknya kita harus bisa menyingkirkan ego kita. Jangan lantas merasa tinggi hati atau tidak mau menengok ke bawah. Tetapi kita harus bisa menempatkan diri menjadi pribadi yang disenangi atasan juga disayangi bawahan. Dengan kata lain mengalah dalam arti wajar, dan bukan berarti kalah. Toh, pada akhirnya ketika saya sudah tak menjabat, merekapun masih mengingat saya dengan baik.

Apalagi status yang kita emban itu merupakan sebuah amanah, kelak apa yang sudah kita perbuat akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat. Untuk itu, saya hanya berpesan kepada semua saja yang mendapat amanah menjadi pimpinan, baik itu pimpinan dalam arti sebenarnya atau hanya numpang status karena jabatan suami, seperti yang saya sebutkan diatas, jadilah pemimpin yang arif dan bijaksana. Jadilah orang tua yang bisa mengayomi anak buah, tampung setiap permasalahan yang ada, lantas selesaikan dengan baik.

Satu hal lagi jadilah pimpinan yang konsisten dengan ucapannya dan tidak suka mengadu domba. Mudah-mudahan kita termasuk golongan pemimpin yang berjuang di jalan Allah….amin allahuma amin.

http://theprimadita.blogspot.com/2013/12/1hari1ayat-ikutan-yuk.html#more
Categories:
Reaksi:

6 komentar:

  1. tapi jaman sekarang orang berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah-mudahan menjadi pemimpin yang baik dan bisa mengayomi anggotanya/bawahannya

      Hapus
  2. menjadi pemimpin adalah 'amanah'... maka marilah kita emban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dengan mengabaikan ego pribadi dan lebih mengedepankan kepentingan orang banyak.... sepertinya muluk banget ya? Tapi tak ada kata yang lebih tepat selain memulainya, ya kan Mbak?

    BalasHapus
  3. Menjadi pemimpin tanggung jawabnya besar ya dunia akhirat

    BalasHapus
  4. Setiap orang itu memimpin dirinya sendiri juga ya mak, tanggung jawab harus dilaksanakan sebaik mungkin. liat foto2nya kayak2nya mirip sama suaminya mak :)

    BalasHapus
  5. Pempimpin yang mencintai dan dicinati rakyatnya :)

    bentar lagi pemilu,,,:)

    salam kenal mbak

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...