3 November 2013

Posted by Sri Wahyuni on 7:48 AM 2 comments
Malam berselimut mendung. Menyisakan sebentuk cerita yang ingin dikenang. Tentang sebuah perjumpaan yang sesaat. Bukan kenangan manis, pun bukan kenangan yang mengharu biru. Namun bias sinar yang terpancar seolah tertoreh pada sebuah ingatan. Meski tak setitik ada guratan yang membekas tentangmu. Karena....ini bukan cerita cinta, bukan pula sebentuk kisah yang tersakiti.
credit
Hmm....mungkin hanya raut wajah sedih yang mewakili segala rasaku tentangmu. Yah...engkau telah pergi meninggalkan dunia ini. Bahkan, berita kepergianmu seolah membuat semua mata tercegang. Apalagi istrimu, anak-anakmu........duh....mereka  paling terpukul dengan kepergianmu yang tiba-tiba. Menyesal, sedih, marah, tak terima, mungkin ungkapan perasaan yang wajar atas kepergianmu. Mereka tak bisa menemanimu disaat kau meregang nyawa menghadapi sakaratul maut.



Hanya teriakan histeris yang bisa kubayangkan saat mobil jenazah itu tiba dirumahmu. Keluargamu sangat merindukanmu. Berbulan-bulan mereka selalu membayangkan dapat berkumpul bersama utuh seperti dahulu. Namun karena tugasmu yang harus menyelesaikan pekerjaan di luar Jawa, hingga tradisi kumpul keluargapun jadi jarang. Tak dapat kubayangkan bagaimana terpukulnya istrimu. Dulu disaat kau pulang kerumah, sambutan hangat selalu kau dapatkan dari istri dan kedua anakmu. Kini, raga diammu yang datang, hingga membuat semua mata menaruh iba melihat pemandangan yang mengharu biru.

Sobat....mungkin engkau telah melupakanku karena aku bukanlah orang penting dalam hidupmu. Perjumpaan kita hanyalah sebuah keterpaksaan. Adikmu, yang dulu teman kuliahku, yang ingin menjodohkan kita. Dan aku masih ingat pertemuan itu. Memang sedikitpun tak ada rasa ketika aku melihatmu. Begitupun engkau. Gelak tawamu bahkan cara bicaramu yang mencerminkan kedewasaan, sempat membuatku mengagumimu, bukan mencintaimu. Karena engkau lebih pantas untuk menjadi kakakku bukan kekasihku.

Dan aku bersyukur ketika adikmu menyampaikan maafmu, karena kau tidak bisa menerimaku sebagai kekasihmu atau bahkan pendamping hidupmu. Yah....kejadian itu sudah terjadi 15 tahun silam. Bahkan dengan wajahmu pun aku sudah lupa. Namun status BBM adikkmu jelas membuatku terhenyak, aku sedih mengenangmu.

Bukan berarti aku senang mendengar kejadian yang menimpaku. Aku sadar bahwa hidup, mati dan jodoh seseorang hanya Allah-lah yang tahu. Engkau dipanggil-Nya begitu cepat itu hanyalah skenario Allah atas dirimu, siapapun tak bisa mengelak dari semua ini.  Yang kupikirkan justru istri dan kedua anakmu. Perpisahan memang menyisakan kesedihan bagi yang ditinggalkannya.

Dan kepergianmu jelas membuatku tersekat pada sebuah kata "Kematian". Manusia ibarat sebuah wayang yang digerakkan oleh dalang untuk memerankan sebuah lakon di sebuah pentas seni. Allah-lah dalang dari kehidupan di dunia ini. Kita hidup di dunia ini hanya untuk satu tujuan yaitu "mati". Dan kematian hanya Allah-lah yang Maha Tahu. Akupun jadi memikirkan diriku sendiri. Begitu banyak dosa yang telah kuperbuat, sementara aku belum punya bekal apa-apa untuk menghadap Sang Khalik.

Ya Allah, ampuni segala dosaku, bimbinglah hambaMu ini ke jalan yang benar. Dan jadikan sisa umurku sebagai umur yang berkah, yang selalu menjalankan perintahMu, selalu berbuat kebaikan untuk orang-orang yang membutuhkan. Jadikan aku sebagai pribadi yang baik, yang tak pernah menggunjing orang, yang tak pernah mencari kesalahan orang lain. Jadikan aku menjadi pribadi yang ringan tangan, suka bersedekah dan selalu bersyukur atas nikmat yang engkau berikan. Sesungguhnya aku hanyalah hambaMu yang lemah, yang tak berdaya. Berikan hambaMu kekuatan untuk selalu berjalan di jalanMu Yaa Rabb....amin.

Dan untuk sobatku aku hanya bisa mengantarmu dengan ucapan....Selamat Jalan Sobat. Teriring doa semoga engkau tenang di sana, engkau senantiasa diberi kelapangan jalan, diampuni segala dosamu selama didunia. Serta mendapatkan tempat terindah di sisiNya......amin.
Categories:
Reaksi:

2 komentar:

  1. Alllahummagfirlahu warhamhu wa 'afu 'anhu..

    BalasHapus
  2. Semoga sang sahabat diberikan kelapangan di alamnya yang abadi dan diampuni segala dosanya...amin... Salam kenal Mbak...

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...