4 September 2013

Posted by Sri Wahyuni on 12:54 PM 1 comment


Waktu masih jadi buruh pabrik


Sepuluh tahun yang lalu aku bekerja sebagai staf keuangan di sebuah perusahaan pembuatan tiang besi.  Tugasku mengurus keuangan perusahaan termasuk pencatatan kas masuk dan kas keluar serta penggajian karyawan. 


Sungguh disayangkan, sistem yang digunakan di perusahaanku masih manual, yang menurutku butuh waktu lama untuk pengerjaannya.  Apalagi saat hari Sabtu tiba, semua karyawan menanti gajinya, aku seperti kalang kabut dibuatnya, karena harus memasukkan data karyawan beserta gajinya satu persatu.

Lantas suatu hari aku mencoba mempraktekkan ilmu yang kudapat semasa kuliah.  Semua pekerjaan yang berhubungan dengan uang kubuatkan sebuah program dari MS-Excel agar mudah dan cepat pengerjaannya.   
Setelah program itu jadi dan kupraktekkan, akhirnya pekerjaanku sebagai staf keuangan bisa terbantu dengan program itu.  Di samping karyawan mendapatkan pelayanan yang memuaskan, hasil penghitungan dengan program itu sangat akurat, sehingga tidak ada lagi karyawan yang complain karena gajinya salah hitung.

Usahaku akhirnya diketahui pimpinan.  Ternyata pimpinan menyambut baik apa yang sudah kulakukan.  Beberapa staf dari divisi lain pun mulai mengikuti jejakku, bahkan sekali waktu mereka berbagi pengalaman denganku.

Berhubung perusahaan tempatku bekerja adalah perusahaan keluarga, jadi semua anggota keluarga ikut berperan aktif dalam memajukan perusahaan itu.  Salah seorang anak pimpinanku mengetahui kemampuanku dalam membuat program sederhana yang berhubungan dengan komputer.  Kebetulan dia sedang menyelesaikan skripsinya untuk meraih gelar sarjana di salah satu universitas swasta.

Satu tantangan lagi kuhadapi.  Aku harus bisa menyelesaikan skripsi anak pimpinanku.  Berbagai sumber kukumpulkan sampai akhirnya aku bisa menyelesaikan skripsinya.  Walau sebenarnya aku merasa tidak percaya diri dengan apa yang sudah kukerjakan.  Sempat gemetar juga ketika anak pimpinanku maju sidang mempresentasikan hasil tulisannya.  Di kantor pun rasanya tidak tenang bekerja sebelum mengetahui hasil akhir dari presentasinya.  Sampai pada akhirnya dia pulang dengan wajah berseri-seri.

“Yun, terima kasih banyak kamu telah membuatkan aku skripsi. Aku lulus Yun…..”, teriaknya hingga seisi ruangan mendongak memutar pandangannya kea arah suara itu.

“Alhamdulillah……..”, ucapku sambil tersenyum lega.

Saat itu seisi ruanganpun bertepuk tangan dan memberi ucapan selamat kepada anak pimpinan.  Rasa syukur juga kupanjatkan kepada Allah SWT atas kelulusan itu, artinya aku bisa membuat senang anak pimpinanku.

Keesokan harinya aku dibuat kaget.  Ketika memasuki ruangan kantor kulihat bunga-bunga bertaburan di sudut ruangan, seolah akan diadakan pesta.  Kantor nampak begitu sepi, belum terlihat seorang pun yang duduk dikursinya.  Aneh…..pikirku.  Dan….tiba-tiba suara gaduh itu muncul dari balik pintu ruang pimpinanku.  Ternyata, anak pimpinanku membuat pesta kecil-kecilan untukku sebagai hadiah karena aku telah membantu kelulusannya.

Sebuah kue tar dan tumpeng berhias taburan telur dadar yang dirajang di tambah nasi kotak untuk para staf kantor membuat aku semakin tersanjung.  Sungguh bahagia ketika aku mengenang nostalgia itu.  Ternyata apa yang kulakukan dapat menyenangkan orang lain.  Terima kasih Ya Allah aku bersyukur kepada-Mu.
Categories:
Reaksi:

1 komentar:

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...