5 Juni 2013

Posted by Sri Wahyuni on 12:00 PM 4 comments
Semenjak Fawwaaz memasuki bangku SD dua tahun yang lalu, perhatian saya lebih terfokus pada pendidikannya.  Bagaimana cara dia belajar, bagaimana cara dia menangkap pelajaran di sekolah.  Semua tak lepas dari perhatian saya.  Saya selalu bertukar pendapat dengan guru wali kelasnya.  Terus terang ketika memasuki bangku sekolah Fawwaaz masih berusia 6 tahun kurang 1 bulan.  Usia yang menurut saya masih terlalu dini untuk memasukkannya ke jenjang SD.

Saya tak pernah memaksa Fawwaaz untuk masuk SD, namun dia sendiri yang balik memaksa saya untuk memasukkannya ke SD.  Dari situlah akhirnya saya menuruti keinginannya.  Sebuah keinginan yang bersyarat, bila di kelas 1 dia tidak bisa mengikuti pelajaran terpaksa harus tinggal kelas.  Dan saya sudah koordinasi dengan guru kelasnya tentang hal ini.

Ternyata, apa yang saya bayangkan tidaklah sesuai kenyataan.  Fawwaaz ternyata anak yang mudah mengikuti semua pelajaran di sekolah.  Nilai-nilai ulangannya selalu bagus.  Meski setiap akhir semester belum bisa mendapatkan ranking 1, 2 atau 3, namun ia tak pernah keluar dari peringkat 10 besar.  Saya memakluminya.  Di lihat dari faktor usia, saya menganggap Fawwaaz sebagai anak yang hebat karena ia sudah bisa mengalahkan teman-temannya yang usianya jauh lebih tua darinya.

Satu hal yang tetap saya lakukan sampai saat ini yaitu protes.  Saya protes manakala nilai ulangan Fawwaaz ada yang salah.  Saya menyadari ini adalah faktor "human error" dari seorang guru, karena begitu banyak naskah ujian dari murid-muridnya yang harus dikoreksi, sehingga wajar saja bila dalam memberi nilai ada yang salah.

Tak pernah sedikitpun ada rasa takut ketika harus memperjuangkan nilai anak saya.  Bagi saya nilai sangat menentukan hasil akhir alias rapornya. Kalaupun ada ibu-ibu yang menganggap tingkah saya sebagai sebuah kenekatan, namun tidak bagi saya.  Demi kebenaran dan demi anak, saya memang harus protes.

Mungkin orang menganggap sebuah protes adalah sesuatu yang menyindir, menjelek-jelekkan citra guru.  Bagi saya ini adalah sebuah keharusan yang memang harus saya lakukan.  Saya tidak takut bila akan ada sesuatu yang tidak mengenakkan di kemudian hari, toh ini pada akhirnya juga demi kebaikan.

Bukan berarti ketika mengajukan protes, saya harus marah-marah, teriak-teriak atau menyampaikannya dengan nada kasar.  Namun ada trik-trik khusus yang membuat hubungan saya dan guru tetap nyaman.  Saya menyampaikannya dengan sopan, lembut tak sedikitpun ada nada emosi yang saya keluarkan. 

Alhamdulillah, protes yang saya ajukan kepada gurunya Fawwaaz mendapat tanggapan yang baik.  Dan ini untuk ketiga kalinya saya lakukan, pada sekolah yang berbeda.  Kebetulan saya selalu mengikuti suami saya yang dinasnya berpindah-pindah.  Imbasnya kepada anak yang mengharuskan ia juga ikut pindah sekolah.  Namun saya tak pernah menganggapnya sebagai sebuah dilema.  Bagi saya dimanapun anak saya bersekolah, pasti ia bisa mengikutinya, yang penting saya sebagai orang tua selalu mendampinginya dalam belajar.  Terlebih, ketika saya berani protes, memperjuangkan nilainya, itu akan lebih memacu semangatnya untuk belajar dan bersekolah.

Categories:
Reaksi:

4 komentar:

  1. halo mak, protes untuk sesuatu yang kita anggap benar sih menurut saya, ok ok aja.
    salam kenal mommy si ganteng fawwaaz :)

    BalasHapus
  2. ya bagi saya memang wajar, namun bagi sebagian ibu ada yang menganggap sebuah kenekatan, mereka takut anaknya akan mendapat imbas di kemudian hari bila kita protes kepada gurunya, senyatanya tidak demikian...terima kasih yaaaa

    BalasHapus
  3. Mak saya juga terkenal tukang protes di sekolah Zahra anak saya, kalau kita merasa benar dan berhubungan dengan pelajaran rasanya memang patut kita protes, Insya Allah ya Mak, protes kita ga sambil marah2
    #salam kenal dan salam hangat dari Depok Mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya betul itu mak saya setuju.....terima kasih masukannya mak, salam kenal kembali dari saya

      Hapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...