9 Juni 2013

Posted by Sri Wahyuni on 2:20 AM 8 comments
Di era digital yang mengusung kemajuan tehnologi, semakin membantu penggunanya untuk mengakses berbagai aktifitas, karena pesatnya perkembangan teknologi akan memberikan banyak kemudahan kepada user atau buyer. Salah satunya adalah "belanja online".
Belanja online adalah salah satu wujud dari perkembangan tehnologi itu.  Orang tidak perlu bersusah payah pergi ke sebuah toko, atau bahkan terjebak kemacetan gara-gara menginginkan sebuah barang/benda.  Melainkan, cukup berdiam diri di rumah, lalu menghubungi pihak penjual barang, bisa melalui telpon atau email.  Setelah itu pihak pembeli akan mentransfer sejumlah uang untuk pembayaran barangnya, dan itupun bisa dilakukan di rumah melalui ATM Banking.  Baru kemudian dilakukan konfirmasi baik pembayaran maupun pengiriman.  Pembeli tinggal menunggu barang datang sesuai perjanjian.  Sebuah proses yang sangat mudah.

Itulah alasan mengapa orang lebih memilih belanja online ketimbang membeli barang secara langsung ke mall atau supermarket yang jauh lebih banyak memerlukan pengorbanan.

Saya termasuk salah satu penggila belanja online.  Sampai-sampai ada salah satu handphone saya yang memang saya isi data-data nomor hp penjual online. Itulah sebabnya saya mati-matian mempertahankan hp  jadul saya, supaya  mudah menghubungi penjual-penjual itu kembali suatu saat bila saya membutuhkannya.

Diantara online shop yang biasa saya hubungi adalah: Robbs Coll, Viody, BB Odin, Butik Online, Calosa, Carravelle, Diah Kunto Jilbab, Gerai Buku, Jual HP Kaskus, Kaos Cantiq, Keila Tiket, Kill Coll, Kios Muslim, Kozuii, Neni Obat Oles, Rumah Cantiq Maeko, Sea World, Sharifti, Teteh Butik, Toyusin, White Peach, Diya Shop, D'Herries Shop, Cantika Shop dan masih banyak lagi daftar penjual online dalam list saya.




Saya memang lebih suka berbelanja secara online.  Disamping memberikan kemudahan juga memberikan kenyamanan serta kepuasan bagi saya.  Pertama, saya tidak perlu repot-repot pergi ke toko untuk mencari barang yang saya inginkan.  Cukup  browsing internet atau membuka halaman facebook, lalu saya melihat gambar produk tersebut.  Setelah itu saya catat nomor hp penjual.  Saya hubungi penjualnya, kemudian kami berinteraksi, menyangkut pemesanan barang, jumlah uang yang saya bayar termasuk ongkos kirimnya.  Baru kemudian saya transfer sejumlah uang untuk pembayaran melalui ATM Banking.  Lalu saya konfirmasi pembayaran, demikian juga penjual mengkonfirmasi ulang alamat tujuan.  Tinggal saya tunggu beberapa hari barang sampai sesuai yang saya pesan.  Kedua, saya merasa puas.  Artinya barang yang biasa saya pesan, kadang jarang ditemui di pasaran, bahkan hampir tidak ada.  Itulah makanya tetangga saya sering bertanya dimana saya mendapatkan barang itu.

Bukan hanya jenis barang tertentu yang saya minati dalam belanja online.  Hampir semua barang saya, saya dapatkan dari belanja online.  Mulai dari sandal, sepatu, tas, mukena, jeans, baju muslim, kerudung, sarimbit batik, handphone, baju senam, herbalife, produk kecantikan dan masih banyak lagi.

Awalnya saya memang suka browsing internet, dari situ saya melihat banyak situs yang menjual berbagai produk dengan harga yang agak miring.  Tak jarang ketika membeli tabloid seperti Nova atau Nyata, saya sering membuka halaman iklan.  Dari situ lalu saya kumpulkan alamat-alamat penjual online untuk saya cari alamatnya di internet.  Bahkan dari facebookpun saya mendapat banyak informasi mengenai penjual online ini.

Pada mulanya saya coba membeli satu macam produk.  Setelah saya lihat dari segi barangnya bagus, pelayanannyapun juga memuaskan, akhirnya dari yang coba-coba ini menjadi keterusan.  Saya akhirnya mempunyai sebuah hobi baru yaitu belanja online.  Bahkan setiap menginginkan produk tertentu, saya langsung browsing internet mencari penjual produk yang saya inginkan tersebut.  Tentunya saya juga membandingkan antara penjual yang satu dengan penjual lainnya.  Setelah menemukan penjual dan barang yang cocok baru saya hubungi penjualnya.

Ternyata hobi belanja online saya ini membawa berkah.  Selain saya mendapat pujian dari para teman atau tetangga karena baju saya bagus misalnya, atau kerudung saya yang cantik, saya juga kebanjiran order.  Pernah saya memakai baju muslim, karena baju itu tidak ada di pasaran, akhirnya tetangga saya memesan 120 stel baju muslim untuk pengajian ibu-ibu komplek.  Bahkan ada juga yang memesan seragam olahraga dalam jumlah banyak.  Akhirnya belanja online yang tadinya hanya sebuah keisengan berubah menjadi kebiasaan dan berujung ke bisnis.  Padahal sama sekali tidak ada niat dalam diri saya untuk menjadi seorang pedagang.  Saya lebih sering melakukan belanja online karena faktor kemudahan, kenyamanan dan kepuasan bagi saya secara pribadi.

Pernah suatu hari teman saya mengkhawatirkan saya yang sangat berani  berbelanja online.  Padahal belanja online itu belum tahu apakah barangnya bermutu bagus atau apakah memang benar-benar online shop yang saya tuju itu nyata adanya.  Karena saat ini, semakin berkembangnya bisnis online, semakin banyak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan media ini untuk penipuan.  Banyak penipuan yang berkedok bisnis online, korbannya pun tak terhitung lagi jumlahnya.  Namun sejauh ini, belanja online yang saya lakukan masih aman-aman saja.  Barang selalu sampai tujuan sesuai pesanan saya.  Kalaupun ada kendala, mungkin kendalanya hanya pada keterlambatan pengiriman.  Saya memaklumi hal ini, bisa jadi jasa pengiriman overload atau pengaruh cuaca yang buruk, hingga barang tersebut sampai tujuan agak terlambat.

Namun sebaik-baik pengalaman saya dalam berbelanja online, ada satu peristiwa yang hingga saat ini tidak bisa saya lupakan.  Saya pernah tertipu oleh salah satu online shop.  Kebetulan waktu itu saya membuka halaman facebook. Disitu ada sebuah akun facebook yang menawarkan produk handphone dengan harga yang agak miring.  Karena hobi saya yang suka belanja online, tanpa pikir panjang saya bertransaksi dengan pemilik OL-shop itu untuk membeli sebuah HP.  Saya hubungi si empunya, dari nadanya terdengar sangat ramah.  Setelah melakukan negosiasi, lalu saya mentransfer sejumlah uang ke penjual hp tersebut.  Seperti biasanya, setelah transfer saya konfirmasi alamat, penjual akan mengirim barang tersebut keesokan harinya.

Anehnya, keesokan harinya penjual hp itu menelpon saya, yang mengatakan telah terjadi kesalahan pengiriman barang.  Harusnya barang yang dikirim ke alamat saya hanya satu buah handphone, ternyata kurirnya salah memasukkan dua buah handphone.  Lalu penjual itu meminta saya mentransfer kembali uang sebagai ganti handphone yang sudah terlanjur dikirim.  Saya menolaknya dengan alasan barang belum sampai tujuan.  Andai sudah sampai tujuan, dan barang memang benar ada dua buah, baru saya transfer kembali kekurangannya.

Dari situlah akhirnya terjadi saling lempar pembicaan, saya berbicara dengan dua orang sekaligus.  Langsung saya bingung. Karena penjual yang satu mengatakan barang sudah dikirim tetapi ada kesalahan, harusnya satu buah, namun terlanjur dikirim dua buah.  Penjual satunya mengatakan kalau tidak mau menambah biaya lagi, berarti uang  yang sudah saya transfer akan dikembalikan.  Lantas saya tanyakan, sebenarnya barang sudah dikirim atau belum?  Mereka jawab sudah.  Lalu kembali saya tanya, kok uang saya mau dikembalikan trus bagaimana dengan barangnya?  Salah satu penjual itu menyampaikan kalau hal itu gampang diatur, dia bisa menelpon pihak ekspedisi untuk membatalkan pengiriman.  Padahal waktu saya tanya sebelumnya barang sudah dikirim kemaren sore.  Sungguh saya dibuatnya bingung.

Tanpa pikir panjang akhirnya saya memutuskan untuk meminta kembali uang yang sudah saya transfer.  Penjual itu pun dengan nada sopan  menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan itu.  Lantas saya turuti permintaannya.  Saya disuruh ke ATM Mandiri dan menghidupkan handphone saya, karena proses transfer uang akan dipandu oleh penjual itu.

Lama sekali dia berbelit-belit.  Dan ujungnya dari ATM itu dia ingin menguras uang saya yang ada di ATM.  Adu mulutpun akhirnya tak terhindarkan meski melalui telpon.  Sampai antrian panjang di ATM itu tak saya hiraukan.  Saya semakin jengkel dengan sikap penjual itu, akhirnya saya panggillah satpam ATM Mandiri.  Saya mintai tolong dia supaya mengaku sebagai suami saya.  Mendengar suara laki-laki, akhirnya penjual handphone itu menutup telponnya.  Dan sejak saat itu dua nomor handphone yang biasa saya hubungi sudah tidak aktif.

Dari situ akhirnya saya sadar bahwa saya telah tertipu.  Berbagai upaya saya lakukan, seperti memblokir ATM penjual, lapor ke kantor polisi, namun tak juga mengembalikan uang saya yang sudah terlanjur diambil oleh penjual gadungan itu.  Jadi modusnya, setelah pembeli melakukan transfer sejumlah uang, penjual gadungan itu langsung mengambilnya.  Dan saat kita melaporkan kepada pihak bank, pihak bank hanya bisa melakukan pemblokiran 1 x 24 jam, tidak bisa melacak keberadaan uang yang sudah ditransfer.

Satu pelajaran yang saya ambil dari belanja online adalah hati-hati.  Kejadian yang saya alami akhirnya membuat saya mengambil keputusan untuk berbelanja online dengan produk dan harga yang terjangkau, sedangkan untuk barang-barang tertentu yang bernilai jual tinggi, seperti handphone atau barang elektronik, lebih baik saya membelinya secara langsung.

Meski demikian, saya tetap menyukai belanja online.  Banyak barang unik yang saya dapatkan dari belanja online, walau tidak menutup kemungkinan dengan belanja secara langsung pun akan banyak menemukan barang -barang unik.  Bagi saya belanja online adalah sebuah seni, yaitu bagaimana kita bisa tampil beda dihadapan orang lain.




Cerita ini diikutsertakan dalam Arr Rian's Giveaway -Pengalaman Belanja Online-
Categories:
Reaksi:

8 komentar:

  1. Benar-benar penggila belanja online ya Bu Sri ini. hihi.. Eh itu Ibu2 sampai pesan 120 stel gara-gara bajunya unik. :P

    Wah pengalaman yang perlu dibaca semua pengggila belanja online agar hati-hati ya Bu. mencermati penjual lebih dalam. Semoga tidak terjadi lagi dan mendapat pengganti lebih baik. Aamiin.

    Yes! Tercatat sebagai peserta Arr Rian's Giveaway.

    Terima kasih Bu atas partisipasinya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. belanja online tuh menyenangkan banget, tapi satu yang harus dipegang...."berhati-hatilah dan cermatilah penjualnya" terima kasih

      Hapus
  2. Serakah amat ya tuh penipu. Udah dapat transferan, masih mau nguras ATM lagi. Ckckckck ... Salam kenal ya bun :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah yang bikin saya jengkel, sudah ditransfer eeee minta lagi alasannya barang yang dikirim 2 buah, untung tdk saya transfer huft....salam kenal kembali

      Hapus
  3. Memang harus extra hati2 ya mba :)

    BalasHapus
  4. waw, sampe gila belanja gitu ya, mak. :D serem emang kalo kita transaksi sama orang yang belum terpercaya. makanya suka was-was juga.

    BalasHapus
  5. Untung saja nggak sampe terkuras tuh ATM-nya ya, Mbak. Katanya ada yang pernah terhipnotis lewat telpon.

    Terima kasih sudah ikutan Arr Rian's Giveaway :)

    BalasHapus
  6. wah bahaya ya mba kalau begitu, saya mahasiswa magang mba di ipaymu. Ipaymu membuat transaksi online jadi lebih mudah dan yang pasti aman mba. Setidaknya egak perlu khawatir transaksi belanja online mba. Hehhe semoga bisa jadi referensi mba :)

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...