23 Mei 2013

Posted by Sri Wahyuni on 2:31 PM 6 comments

Bismillahirrohmannirrohim

Selamat siang sobat blogger.......mudah-mudahan apa yang saya sampaikan benar adanya....

Sebuah survey membuktikan bahwa pengguna jejaring sosial terbesar adalah Indonesia.  Ini menunjukkan kalau masyarakat Indonesia masih menjunjung tinggi culture dan budaya timur, yang lebih mengutamakan persahabatan.  Dengan facebook, twitter dan jejaring sosial lainnya akan membuat seseorang menemukan teman lamanya, bahkan bisa menjalin pertemanan dengan seluruh lapisan masyarakat di berbagai dunia.


Demikian juga dengan pengguna gadget blackberry.  Adanya fitur BBM (Blackberry Massenger) semakin mempermudah penggunanya untuk saling bertukar informasi  dengan cepat.  Inilah yang menarik minat vendor Kanada untuk memasukkan fitur BBM ke dalam handphone yang berflatform EOS dan Android.  Jadi jangan khawatir bagi siapa saja yang mempunyai gadget selain blackberry, kedepannya akan bisa mengunggah fitur BBM secara gratis.  Tunggu saja peluncurannya setelah musim panas berakhir di Kanada.  Itu sekilas info yang pernah saya lihat di televisi, mudah-mudahan benar adanya.
Kembali ke pengguna jejaring sosial dan fitur BBM.  Adanya fitur-fitur semacam ini tentunya bertujuan untuk menjalin persahabatan yang seluas-luasnya.  Semakin banyak teman berarti setiap status yang di update pasti banyak yang mengomentari. 
Tapi, satu hal yang perlu diingat dalam mengupdate status di jejaring sosial, yaitu perasaan orang lain.  Mengapa demikian?  Karena tiap status yang kita update belum tentu sejalan dengan pemikiran orang lain, atau belum tentu bisa diterima orang lain.  Bisa jadi status yang kita update akan menimbulkan bencana bagi orang lain.  Mungkin tujuan kita meng-update status semata-mata hanya sebagai ungkapan rasa syukur kita atas apa yang kita raih, tanpa ada tujuan untuk pamer atau menunjukkan kelebihan kita.  Namun, belum tentu apa yang kita pikirkan sejalan dengan tanggapan orang lain. 

Ada kasus, seseorang yang tiap hari mengupdate statusnya di facebook.  Hari ini ia bersyukur karena mendapat hadiah handphone, besoknya dia kembali mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapat hadiah PS3, demikian juga seterusnya, hampir tiap hari ia mengupdate status facebooknya dengan hal yang serupa.  Ternyata apa yang diharapkan berbanding terbalik dengan kenyataan.  Orang lain menganggapnya sebagai hal yang berlebihan, seolah dia pamer dengan sesuatu yang serba glamour.  Akhirnya orang lain pun menaruh rasa curiga jika status yang ditulisnya tiap hari itu bohong, mungkin hanya sebuah dalih supaya statusnya dipenuhi oleh komentar-komentar dari teman-temannya di facebook, karena sungguh tidak mungkin bila seseorang akan mendapatkan hadiah tiap hari meski orang itu dibilang hoki dalam hal undian.  Padahal, sebagai pembaca status kita juga tidak tahu apakah status itu benar atau salah.  Hanya anggapan saja bahwa si pengupdate status itu suka pamer, ujungnya sebuah kecurigaan yang tak terbukti.

Kasus lain, sebuah penculikan berawal dari status di facebook.  Penculik merasa iri, karena orang yang diculik tiap hari mengupdate status facebooknya dengan harta kekayaannya, rumah mewah, mobil, bisnis dan segala macam yang berbau mewah.  Padahal maksud peng-update status bukan ingin pamer kekayaan atau hartanya, melainkan hanya sebagai ungkapan syukurnya saja.  Ternyata tidak demikian dengan si pembaca status.  Setelah diusut ternyata penculik itu merasa iri dan ingin menguras harta si penulis status itu.  Nah, bahaya kan?

Oleh karena itu berhati-hatilah dalam mengupdate status entah itu di jejaring sosial atau di BBM.  Bisa jadi orang lain akan menganggap kita pamer sesuatu, yang akhirnya mengundang sebuah kecurigaan. 

Alangkah baiknya ungkapan rasa syukur itu hanya kita panjatkan kepada Allah, karena Allah Maha Luas.  Dialah zat yang Maha memberi rejeki, sudah sepantasnya kita bersyukur atas rejeki yang Allah berikan.  Demikian juga Allah Maha pencabut rejeki bagi hamba-Nya yang lupa bersyukur dan mengakui bahwa segala apa yang dia peroleh di dunia ini berasal dari Allah.  Tanpa menulis status di jejaring sosial pun Allah sudah tahu atas semua yang kita peroleh. 

Berbicara masalah “pamer”, agaknya kata yang terdiri dari lima huruf ini mengakibatkan makna konotasi yang berbeda.  Ada sebuah grup dalam jejaring sosial yang tadinya tujuan awalnya untuk sharing dan sebagai ajang silahturahmi, ujung-ujungnya malah dijadikan ajang pengaduan.  Seorang istri yang curiga dengan suaminya berselingkuh, lalu mengadu di grup tersebut.  Bahkan, bukan hanya permasalahan suami, ketidakcocokan dengan mertua, atau masalah ekonomi keluarganya pun diangkat dalam grup tersebut.  Saya kira ini adalah hal yang tidak etis, karena tidak sepantasnya permasalahan keluarga dipamerkan dalam grup yang jumlah anggotanya banyak.  Otomatis banyak orang yang mengetahuinya.  Bisa jadi permasalahan keluarga akan menjadi santapan publik yang memungkinkan terjadinya gosip dan kecurigaan.  Alangkah baiknya bila permasalahan keluarga cukup keluarga saja yang mengetahui dan menyelesaikannya.  Adanya pihak lain yang terlibat didalamnya bisa jadi menambah semakin kompleknya permasalahan itu.  Jadi, bila sebuah grup pada awalnya bertujuan untuk saling sharing, ya sebaiknya gunakan untuk sharing hal-hal yang menjadi tujuan dari grup itu, bila ada anggota yang arah pembicaraannya melenceng dari topic semula, itu adalah tugas sang admin untuk meluruskannya.

Sesuatu yang dianggap pamer pasti akan menimbukan kecurigaan.  Demikian juga dengan iri.  Orang yang pamer sesuatu bukan tidak mungkin akan menimbulkan rasa iri bagi yang melihat. 

Sudah saya contohkan di atas, terjadinya kasus penculikan karena si penculik merasa iri dengan si pengupdate status yang seolah pamer harta.  Penculik merasa jengkel, tiap status yang dibacanya selalu rasa syukur karena mobilnya baru, rumahnya baru atau bahkan bisnisnya sukses.  Nah, rasa iri inilah yang mendorong penculik untuk melakukan aksinya.  Dalihnya ia jengkel dengan statusnya yang seolah pamer, lalu si penculik berusaha ingin memiliki sebagian hartanya. 

Pamer dan iri memang akhirnya akan berujung pada sebuah kecurigaan.  Dalam artian kecurigaan yang tak beralasan, karena ungkapan itu bukan berdasar fakta melainkan hanya sebuah rekaan.  Mungkin dia kaya karena korupsi, mungkin dia dapat hadiah tiap hari karena hanya ingin mendapat pujian atau sebagainya.  Padahal kita sendiri tidak tahu apakah anggapan itu benar atau salah.

Alangkah baiknya marilah kita sama-sama bersyukur atas apa yang Allah berikan.  Berapapun rejeki yang kita terima hendaknya kita syukuri.  Tidak perlu kita mengumbar kata-kata di depan umum dengan mengisi status sosial.  Cukup kita panjatkan rasa syukur kita kepada Allah bila kita diberi rejeki yang melimpah, syukur-syukur bila kita mau bersedekah.  Jangan pula menunjukkan kesedihan kita, bahkan kekecewaan kita di depan umum.  Bisa jadi orang lain akan mencibir melihat kejadian yang menimpa kita.  Bermunajatlah kepada Allah, serahkan semua urusan hanya kepada Allah.  Allah Maha Adil, tidak ada permasalahan yang tidak bisa terselesaikan bila kita sungguh-sungguh berusaha sambil berdoa. Sekali lagi berhati-hatilah dalam menjaga lidah dan hati kita, karena ia bisa menjadi boomerang bagi diri kita sendiri.
Categories:
Reaksi:

6 komentar:

  1. Wahhh....Aku juga suka sebel kok dengan status begitu. kesannya pamer banget. malah ada juga yang pasang status gini "Ya ampun, duit sejuta habis dalam se jam di mol"
    Whaaattt????
    oia, sedikit saran, ini tulisan selamat datang yang terbang2 mengganggu banget mba, susah mau baca isinya. hehehe maaf ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe makasih atas tanggapannya mbak, btw aku masih lupa gimana cara ngilangin tulisan yang melayang, ntar deh buka kamus dulu, mksh bnyak ya mbak kritikannya

      Hapus
  2. Setuju mbak.. kita mesti jaga sikap agar gak membuka niat orang lain untuk melakukan kejahatan pada kita..
    Mbak vee bener mbak... ucapan selamat datang agak mengganggu.., widget terbang membuat loading blog agak berat loh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yapp, itulah.....kejahatan itu sebenarnya terjadi karena kita yg memulainya, makanya kita harus pasang tameng..........mksh kritikannya ntar cari kamusnya dulu untuk ngilangin ya

      Hapus
  3. Hehe... trnyata byk yg sependapat yaa.. Smoga kt bs ambil Pelajaran Dr hal itu yaa... oya...Salam kenal, sy keluarga br di IIDN

    BalasHapus
  4. Saya pernah di delete contact sama sodara gara2 saya pasang foto di BBM motor baru dan status di BBM saya tulis " semua hanya titipan allah tidak ada yg perlu disombongkan"
    Eh gak tau kenapa sodara saya delete contact saya. 2 x pula delet contact saya.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...