15 April 2013

Posted by Sri Wahyuni on 6:36 AM No comments
Dari dulu aku selalu bermimpi ingin mempunyai bisnis yang menjanjikan.  Lalu bayanganku terfokus pada satu tujuan yaitu bisnis kuliner.  Mungkin dalam bayangan kita yang dinamakan bisnis kuliner itu adalah usaha membuka warung atau rumah makan dengan menjual satu atau beberapa jenis makanan. Namun yang kubayangkan disini bukan hanya menunya saja, tetapi banyak.  Darimana modalnya, menu apa yang diandalkan, dimana tempatnya dan siapa pelayannya, serta apa tujuan akhir bisnis kuliner itu didirikan.  Berhari-hari bahkan berbulan-bulan aku memikirkan tentang semuanya.




Sampai akhirnya ketika beberapa kali aku bertemu dengan teman-teman lama alias reuni.  Disitu banyak kendala yang kutemui.  Tentang penentuan tempat berkumpul atau reuni, tentang menu yang akan disajikan, tentang biaya reuni, dan yang paling menimbulkan pro dan kontra disini yaitu ide penggalangan dana bagi teman-teman yang membutuhkan uluran dana.  Semua ini pasti memerlukan waktu yang panjang untuk menghasilkan keputusan yang bulat untuk disetujui.

Lalu muncullah ide bisnisku yang menurutku tidak akan rugi bahkan menguntungkan semua pihak.  Bisnis yang kuimpikan pada awalnya adalah bisnis patungan, artinya dana awal atau modal usaha kita peroleh dari beberapa teman yang mampu.  Katakanlah kita ambil 6 orang sebagai sumber dana, masing-masing dimintai sumbangan Rp. 500.000,-.  Kalau 6 orang tersebut menyetujui berarti total dana yang terkumpul adalah Rp. 3.000.000,-.  Setelah itu kita tentukan jenis makanan apa yang akan kita jual.  Disini, kita harus menentukan jenis makanan yang saat ini lagi booming atau banyak diminati konsumen,  Lalu kita juga membidik konsumennya, siapa saja yang nantinya akan membeli makanan yang kita jual dan dimana lokasi yang tepat supaya pengunjungnya banyak. Untuk awal usaha sebaiknya kita menjual satu macam menu tetapi sangat diminati konsumen. Misalnya, kita akan menjual "mie ayam".  Tentunya mie ayam yang kita jual harus punya ciri khas supaya diminati konsumen.  Lalu konsumen yang kita bidik adalah anak-anak sekolah, misalnya.  Berarti kita harus mencari tempat yang disewakan dekat sekolah.  Bila semuanya sudah beres, baru kita menghitung berapa dana yang dibutuhkan untuk beli perlengkapan mulai dari rombong, peralatan masak, peralatan makan, meja dan kursi, biaya membuat gubuk, biaya sewa lahan dan biaya membuat banner yang dipasang di depan rombong atau warung.  Setelah itu kita tentukan siapa tukang masak dan pelayannya.  Tukang masak kita tawarkan dari teman-teman yang hobi masak dahulu.  Kita buat testernya dahulu, bila masakannya cocok dengan keinginan kita barulah dia kita jadikan tukang masaknya.  Demikian juga dengan pelayan, kita bisa minta teman kita yang belum mempunyai pekerjaan untuk membantu disini.
Tentunya tukang masak dan pelayan tidak bekerja secara cuma-cuma, melainkan mereka digaji.  Gajinya disesuaikan dengan pendapatan yang diperoleh dari hasil jualan perharinya.  Inilah salah satu cara kita membantu teman yang membutuhkan.  Nah, dari sini kita harus menekan dana seminimal mungkin tetapi hasil yang kita peroleh maksinal.  Contohnya, dari semua yang kita tetapkan termasuk menggaji tukang masak dan pelayan, dana yang kita butuhkan adalah Rp. 2.000.000.  Berarti masih ada uang Rp. 1.000.000.  Uang Rp. 1.000.000,- anggaplah sebagai modal simpanan kita.  Disini, kita harus mengangkat satu orang dari enam orang sumber dana tersebut sebagai bendahara, yang mencatat keluar masuknya uang, termasuk pengasilan yang diterima dari hasil jualan mie ayam.  Jadi modal awal yang Rp. 500.000,- anggaplah sebagai sumbangan dan jangan mengharapkan akan dikembalikan.
Langkah selanjutnya, bila usaha jualan mie ayam di satu tempat berhasil dan omset yang di dapat lumayan menggiurkan, kita bisa bukan cabang, mungkin satu lagi, dua, bahkan banyak cabang tergantung dari sumber dana.  Bahkan kita bisa merekrut banyak karyawan bila usaha mie ayam ini berkembang.
Bila bisnis mie ayam ini sukses dengan membuka beberapa cabang di beberapa tempat, ini memungkinkan kita untuk merambah bisnis yang lebih besar.  Sebagai contoh restorant atau rumah makan.  Nah, tentunya modal yang kita butuhkan untuk membuka rumah makan tentu lebih besar lagi.  Caranya, kita gandeng lagi para penyumbang dana tadi, kita ajak berunding.  Ingat untuk bisnis, modal yang ditanamkan untuk membuka usaha rumah makan akan dikembalikan ke pihak penyumbang dana bila bisnisnya berjalan lancar.  Mengapa kita bisa berpikiran seperti ini? Karena kita sudah punya base atau dasar, yaitu bisnis mie ayam yang sudah sukses.  Bila disetujui, maka kita mulai memikirkan usaha apa saja yang akan dijalankan pada bisnis rumah makan tersebut.  Prosesnya sama seperti pada saat kita akan mendirikan warung mie ayam tetapi lingkupnya lebih besar.
Bahkan bila bisnis rumah makan ini sukses, kita juga bisa kembangkan menjadi bisnis hotel dan taman hiburan.  Dari sini, bila bisnis ini berkembang, modal awal yang ditanamkan oleh 6 orang tersebut bisa dikembalikan.  Sekaligus banyak manfaat yang kita peroleh dari sini, terutama saat akan mengadakan reuni dengan teman-teman lama.  Pertama, kita tidak usah repot mencari tempat untuk reuni, cukup di hotel yang kita dirikan bersama.  Kedua, menunya disesuaikan dengan menu usaha kita.  Ketika, kita tidak perlu mengeluarkan biaya reuni yang terlalu besar.  Biaya tetap dibebankan kepada masing-masing anggota reuni tetapi tidak terlalu besar, karena sebagian dana diambilkan dari keuntungan usaha kita.  Terakhir, kita tidak perlu repot-repot mengadakan rapat atau votting suara untuk penggalangan dana bagi teman-teman yang membutuhkannya, karena teman-teman yang membutuhkan pekerjaan sudah kita rekrut untuk gabung dengan usaha kita.  Mereka kita gaji sesuai dengan pekerjaan mereka.  Artinya kita telah membuka lowongan pekerjaan bagi teman sendiri.  Dan bagi teman-teman yang kesusahan seperti sakit kita juga tidak perlu lagi mengedarkan kaleng kosong untuk meminta sumbangan ala kadarnya, karena dana bantuan bisa kita ambilkan dari keuntungan usaha kita.  Jadi dari semua usaha itu harus ada bendahara yang memilah-milah aliran dana tersebut.
Nah, teman itu ide bisnismu, yang saat ini masih dalam bayangan.  Mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkan.  Bagaimana dengan ide bisnis anda?
Categories:
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...