Langsung ke konten utama

CARA MENGIRIM NASKAH KE MAJALAH FEMINA


Hasil copas dari facebook FEMINA untuk anda-anda semua sobat blogger yang ingin mengetahui syarat-syarat mengirimkan naskah ke majalah FEMINA, berikut ini ada beberapa kriteria yang harus sobat penuhi.

Ketentuan Naskah:1. Naskah orisinil karya asli dari penulis yang bersangkutan, dan bukan terjemahan.2. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak, elektronik dan online.

RUBRIK GADO GADO

Adalah kisah human interest (bisa pengalaman pribadi, ataupun pengalaman orang lain) tentang berbagai hal menyangkut kehidupan sehari-hari. Diceritakan secara ringan. Bisa lucu, sedih, yang pasti ada hal yang bisa dijadikan pelajaran dari kisah tersebutSyarat : 1. Ditulis dengan Arial size 122. 4500 karakter3. Dikirimkan melalui: (salah satu)· Email : kontak@femina.co.idSubject : [Rubrik Gado Gado]

· Pos : Majalah FeminaGedung Femina, Lantai 5Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B 32 – 33, KuninganJakarta 12910Subject di pojok kiri atas amplop : [Rubrik Gado Gado]

4. Apabila artikel Gado Gado Anda dimuat, pihak kami akan memberikan honor yang besarnya ditentukan oleh pihak FEMINA5.Jika tidak dimuat, pihak kami akan mengirimkan pemberitahuan via email atau kartu pos

CERPEN (CERITA PENDEK) & CERBER (CERITA BERSAMBUNG)1. Ditulis dengan Arial size 122. Cerpen : 12.000 – 15.000 karakterCerber : 15.500 – 22.000 karakter / bagian3. Cara pengiriman: sda (lihat di rubrik Gado-Gado)4. Apabila cerpen atau cerber dimuat, pihak kami akan memberikan honor yang besarnya ditentukan oleh pihak FEMINA5. Jika tidak dimuat, pihak kami akan mengirimkan pemberitahuan via email atau kartu pos

ARTIKEL FEATURE1. Ditulis dengan Arial size 12, Spasi 12. Panjang halaman: 4-5 halaman ukuran kertas letter3. Alternatif foto 15-20 foto4. Lokasi harus unik dan belum pernah dimuat oleh Femina5. Bisa dikirim ke salah satu dari berikut:· Email : kontak@femina.co.idSubject : [Rubrik Feature]

· Pos : Majalah FeminaGedung Femina, Lantai 5Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B 32 – 33, KuninganJakarta 12910Subject di pojok kiri atas amplop : [Rubrik Feature}

6. Jika tidak dimuat, pihak kami akan mengirimkan pemberitahuan via email atau kartu pos

Komentar

  1. kalau berbentuk syair? boleh ngga?

    BalasHapus
  2. saya pengen kirim tapi ga pede takut juga ga di muat

    BalasHapus

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...

Pos populer dari blog ini

LEMBARAN KISAH PERNIKAHANKU

Dear sahabat blogger........

Cerita tentang pernikahan memang tiada akhir.  Ibarat air yang mengalir, lembar demi lembar dari cerita sebuah pernikahan itu selalu menorehkan kisah yang selalu ingin dikenang.  Dan bagiku, pernikahan adalah sebuah cerita indah, yang selamanya akan bersemayam dihatiku.

Event GiveAway yang diadakan oleh mbak Uniek Kaswarganti dengan judul Giveaway 10th Wedding Anniversary membuatku tergeliat ingin turut serta mencurahkan segala rasa tentang cerita pernikahan yang kualami beberapa tahun silam.

Awalnya aku sempat tak percaya bahwa aku benar-benar bisa duduk di kursi pelaminan, bersanding dengan seorang lelaki yang kini jadi suamiku.  Perjumpaanku dengannya bukan tanpa di sengaja, melainkan melalui sebuah perjodohan.  Namun, aku tak mau menganggap semua itu sebagai sebuah keterpaksaan. 

Cara Mengirim File Dokumen Melalui Inbox Facebook

Mungkin bagi yang sudah tahu dan sering melakukannya hal ini sangatlah tidak penting untuk ditulis. Tapi, ternyata masih ada satu, dua bahkan mungkin banyak yang belum tahu caranya. Untuk itulah saya ingin berbagi di blog ini.

Menjadi penulis tentunya selalu berhubungan dengan mengirim naskah. Biasanya kita disarankan untuk mengirim naskah melalui email. Kadang karena beberapa hal, pengiriman naskah seringkali gagal, misal kurang lengkap menulis email atau sambungan internet yang lambat.

Abon Gulung Khas Manokwari

Sobat blogger.......
Kali ini saya ingin mengenalkan makanan khas Papua, tepatnya di Manokwari. Barangkali bagi sobat-sobat yang sering bepergian ke Indonesia bagian timur, mungkin sudah tidak asing dengan makanan ini, namun tak ada salahnya jika saya berbagi pengalaman disini.

Papua, pulau di ujung timur Indonesia ini selain kaya akan keanekaragaman budaya, ia juga mempunyai berbagai macam makanan khas. Selama hampir 8 tahun saya menetap disana (2003 - 2011), rasanya sudah cukup mengenal kebiasaan masyarakat Papua, khususnya di sekitar Jayapura. Mereka memanfaatkan sagu dan umbi-umbian sebagai makanan pokoknya. Tak jarang di setiap perjamuan, baik itu dalam rangka memperingati hari bersejarah atau dalam perjamuan lainnya, mereka seringkali menyuguhkan papeda lengkap dengan keladi rebus dan sagu. Namun, justru inilah menu yang dicari oleh para tamu, sebab kurang lengkap rasanya bila dalam sebuah perjamuan tidak ada menu papeda didalamnya.