Langsung ke konten utama

Cara kirim naskah ke Penerbit DIVA Press

Wah, ini bakal jadi berita yang menyenangkan buat para penulis yang mencoba untuk menerbitkan bukunya. Jika penerbit yang lain memberi waktu 2 atau 3 bulan lebih untuk memberitahukan layak terbit atau tidak, Penerbit DIVA Press ternyata hanya memberikan waktu tunggu maksimal 1 bulan, hehe....
Ini dia syarat-syaratnya:

Naskah Fiksi (Tema bebas)
Menyertakan sinopsis cerita dan biodata lengkap (termasuk nomor yang dapat dihubungi)
Tidak ada batasan ketebalan naskah, kertas A4, spasi 2, font Times New Roman ukuran 12, batas margin kanan 4 cm, kiri 3 cm, atas 4 cm, dan bawah 3 cm.


Naskah Nonfiksi (tema bebas)
Menyertakan ringkasan, daftar isi, folder gambar (jika di dalam naskah terdapat gambar), serta biodata lengkap.
Tidak ada batasan ketebalan naskah, kertas A4, spasi 2, font Times New Roman ukuran 12, batas margin kanan 4 cm, kiri 3 cm, atas 4 cm, dan bawah 3 cm.


Naskah dapat dikirimkan melalui e-mail ke alamat: redaksi_divapress@yahoo.com. Atau, dapat dikirimkan maupun diantar langsung ke kantor redaksi Diva Press dalam bentuk print-out beserta soft file. Setiap naskah dalam bentuk print out yang dikirimkan ke redaksi DIVA Press dan ditolak, tidak akan dikembalikan kepada penulis. Penulis dipersilakan untuk mengambil naskah tersebut dengan datang langsung ke kantor redaksi maksimal 1 minggu setelah konfirmasi penolakan dari pihak redaksi. Naskah yang sudah dinyatakan ditolak tidak akan diterbitkan oleh DIVA Press dan akan dibuang agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.  

Konfirmasi penerimaan naskah akah diberikan maksimal 1 bulan setelah naskah sampai ke meja redaksi.

Naskah yang telah diterima hanya akan diedit oleh staf redaksi DIVA Press yang berwenang.

Komentar

Pos populer dari blog ini

LEMBARAN KISAH PERNIKAHANKU

Dear sahabat blogger........

Cerita tentang pernikahan memang tiada akhir.  Ibarat air yang mengalir, lembar demi lembar dari cerita sebuah pernikahan itu selalu menorehkan kisah yang selalu ingin dikenang.  Dan bagiku, pernikahan adalah sebuah cerita indah, yang selamanya akan bersemayam dihatiku.

Event GiveAway yang diadakan oleh mbak Uniek Kaswarganti dengan judul Giveaway 10th Wedding Anniversary membuatku tergeliat ingin turut serta mencurahkan segala rasa tentang cerita pernikahan yang kualami beberapa tahun silam.

Awalnya aku sempat tak percaya bahwa aku benar-benar bisa duduk di kursi pelaminan, bersanding dengan seorang lelaki yang kini jadi suamiku.  Perjumpaanku dengannya bukan tanpa di sengaja, melainkan melalui sebuah perjodohan.  Namun, aku tak mau menganggap semua itu sebagai sebuah keterpaksaan. 

Cara Mengirim File Dokumen Melalui Inbox Facebook

Mungkin bagi yang sudah tahu dan sering melakukannya hal ini sangatlah tidak penting untuk ditulis. Tapi, ternyata masih ada satu, dua bahkan mungkin banyak yang belum tahu caranya. Untuk itulah saya ingin berbagi di blog ini.

Menjadi penulis tentunya selalu berhubungan dengan mengirim naskah. Biasanya kita disarankan untuk mengirim naskah melalui email. Kadang karena beberapa hal, pengiriman naskah seringkali gagal, misal kurang lengkap menulis email atau sambungan internet yang lambat.

Abon Gulung Khas Manokwari

Sobat blogger.......
Kali ini saya ingin mengenalkan makanan khas Papua, tepatnya di Manokwari. Barangkali bagi sobat-sobat yang sering bepergian ke Indonesia bagian timur, mungkin sudah tidak asing dengan makanan ini, namun tak ada salahnya jika saya berbagi pengalaman disini.

Papua, pulau di ujung timur Indonesia ini selain kaya akan keanekaragaman budaya, ia juga mempunyai berbagai macam makanan khas. Selama hampir 8 tahun saya menetap disana (2003 - 2011), rasanya sudah cukup mengenal kebiasaan masyarakat Papua, khususnya di sekitar Jayapura. Mereka memanfaatkan sagu dan umbi-umbian sebagai makanan pokoknya. Tak jarang di setiap perjamuan, baik itu dalam rangka memperingati hari bersejarah atau dalam perjamuan lainnya, mereka seringkali menyuguhkan papeda lengkap dengan keladi rebus dan sagu. Namun, justru inilah menu yang dicari oleh para tamu, sebab kurang lengkap rasanya bila dalam sebuah perjamuan tidak ada menu papeda didalamnya.